28 July, 2011

Kabut Dingin di Bethesda

Semoga hanya sebatas perasaan angin
Jika gumpalan  awan menjelma kabut
menjadikannya kekeruhan
di bening matamu juga mataku
meskipun kemarin ini
engkau mengajak menyapa
rerumputan tlah lama
tak ditegur hujan

Kini hujanpun tiba mencekam
dan bibirmu tak lagi semerbakkan
kehangatan perbincangan
ilalang menggigil

Sampai kapan musim dingin
mengekang senyummu ?
masihkan boleh ranting basah tergeletak
menunggu hangatnya pagi
di tengah perjalanan ini
hanya perjalanan ini

Kaliurang, 20 Oktober 2000

Kabar Kepada Lala


Barangkali garis langkah dikaki berliku
Kau tahu persis, bagaimana beragamnya
Rerumputan, atau bunga atau juga pohonan
ikut serta berbaris sampai ke ujung senja

Seperti ketika kau buka jendela pagi ini
Angin mengirimkan berita dibawa hujan
Tentang langit dalam gapai
Walau matahari masih bersinar

Aku tahu, engkau paham betul,
Bagaimana jika rindu bergelora
Mematuk kalbu menggores luka
Entah siapa pelakunya?

Purworejo, 20 Pebruari 2002  

27 July, 2011

Sepanjang Jalan Cinta, Episode I

1.
Bunga tidurku nyanyian rindumu
Berpuluh-puluh purnama
Menjadi cerita utuh setiap malamku
Sepasang kekasih terjebak dibukit cinta

Aku tak pernah tahu apa artinya
Ia sungguh nyata dalam mimpi

2.
pada sebuah waktu yang masih ranum
seraut wajah semerah buah delima
aku berkenalan dengan sepasang mata
didalamnya terkubur seribu satu misteri

aku telah jatuh hati dengan segumpal perih

3.
jalan ini mimpi
jalan ini ilusi
engkau bagian dari sepi yang mulai menghatui
aku memang ingin berlabuh
dan menciptakan keindahan diatas derita
aku juga ingin berbagi senyum kepalsuan
dari kembang-kembang kertas

engkau adalah bayangan
kita merajut hari-hari dari benih
yang belum waktunya disemai

4
kau tahu bagaimana aku bertemu matahari
kau juga tahu bagaimana hati kita telah rapuh
waktu mengulurkan letih di pelupuk mata
hingga
kita membangun cinta diatas perih masing-masing

tapi mengapa jalan itu kau tinggalkan
tanpa kata maupun pesan
bukankah engkau telah berjanji
saling membalut keringat letih masalalu?

aku telah melayangkan sejuta mimpi
untuk menempuh segenap waktu
tapi kau tinggalkan tangis berlumut di telaga

1986 - 1990

Terkepung Cemas


Tiba-tiba langkahku terkepung cemas
Terhenti dalam mangu dan perih

Begitu parau terdengar lirih keluhmu
Semakin mendekati telinga
Akupun kian terjatuh dalam nasib

Kubisiki sepotong janji
Pada serbuk obat
Dan sekelumit doa 

Latee, 18 Januari 2011