27 July, 2011

Cinta Penghujung Malam (Kidung Tiga)


Kemudian malam tiba menabur bintang-bintang
Secercah telah jatuh ke pelupuk mata
Hingga tenggelam ke dalam hati

Kemudian berangkat sepi
Dengan seribu mimpi menemani
Aku masih bertanya tak mengerti makna

Kemudian pagi membangunkan tubuh
Menyirami dengan matahari
Serta sorak sorai senda gurau

tatapan hampa itu seolah jawabnya

Depok, 15 Desember 2009

Cinta Penghujung Malam (Kidung Dua)


Pertanyaan itu semakin menyerbu pikiran
Terdesak  untuk menemukan jawab
Bertanya pada malaikat yang mengapit resah
Ia menghilang tak menitip sepatah pesan

Matamu seperti mencela pertanyaanku
Senyummu seolah mencibir tatapanku

Di ruang yang sudah kuketahui
Engkau benggandeng permaisuri
Mata tetap tak henti menyusuri jejakmu
Meski aku takut masuk ke dalam hatimu

Depok, 14 Desember 2009

Cinta Penghujung Malam (Kidung Satu)

Inikah cinta pada penghujung malam?
Dengan tanda tanya yang dipasang hati
Ketidakmengertian meraupi wajah
Hingga kerutpun menunggu jawaban

Perjumpaan pertama kita
Saat penat merangkul dalam riuh suasana
Aku membaca mata maupun senyummu
Kata-katamu kering di pendengaran

Aku mundur selangkah, dua langkah
Membawa seribu pertanyaan dan gundah

Depok, 14 Desember 2009

25 July, 2011

Limpah Ruah Bahagia

Dari dasar hati nyanyian pagi mengalun
musik berupa kicau burung
mengantar keindahan hijau alam
suara air menambah syahdu
mengalir di sungai ini
aroma udara memamerkan segarnya
beserta canda tawa

Pada batu besar di tengah sungai itu
sepasang nama diukir
berpadu dengan gambar tanda dua hati
angin dingin lereng ini
menyatukan desah nafas
sarat dengan senyum dan ucap syukur
melimpah ruah nikmat bahagia

Sengi, 6 Juli 2011