Melihat ketulusan yang memancar
dari geliat air
Di sana kau cipta keluhuran
Menempuh sekian ratus purnama
Dengan penat yang hanya dihargai
Secuil rupiah
Belajar dari kearifan yang memantul
Dari bunyi sirine
Disana kau semai kasih sayang
Meraih sekian dering telepon
Dengan hati yang telah kau sucikan
Kesahajaan
Bogor, 8-2-2008
10 March, 2008
25 July, 2007
Pada Waktu
Gerimis menggenangi siang yang sudah berkabut
Tak ada gairah yang dicerminkan langit
Kecuali kesedihan menyusul berlalunya
Separuh jiwa yang tersiksa
Ntah dimana angin membawanya berteduh?
Mengapa ia tinggalkan separuh lagi dari lukanya?
Pada garis waktu janji ditambatkan
Hendak menyusuri sepanjang kasih
Dan mengubur luka yang telah berabad
Cangkringan, 12 Pebruari 2002
Tak ada gairah yang dicerminkan langit
Kecuali kesedihan menyusul berlalunya
Separuh jiwa yang tersiksa
Ntah dimana angin membawanya berteduh?
Mengapa ia tinggalkan separuh lagi dari lukanya?
Pada garis waktu janji ditambatkan
Hendak menyusuri sepanjang kasih
Dan mengubur luka yang telah berabad
Cangkringan, 12 Pebruari 2002
Pertemuan Kedua
Bagi saudara hati, Lala
Aku tahu engkau tak pernah hilang
Meskipun keluh kesah alam
Menghalangi kerinduan kita
Barangkali pertemuan kedua ini
Melahirkan catatan resah masing-masing
Yang tidak hanya ditulis dikedalaman laut
Melainkan diukir pada langkah
Bumi, langit dan matahari
Sumenep,Juli 2000
Aku tahu engkau tak pernah hilang
Meskipun keluh kesah alam
Menghalangi kerinduan kita
Barangkali pertemuan kedua ini
Melahirkan catatan resah masing-masing
Yang tidak hanya ditulis dikedalaman laut
Melainkan diukir pada langkah
Bumi, langit dan matahari
Sumenep,Juli 2000
Kabar Kepada Ibu
Aku ingin katakan sesuatu
Dengan kejujuran yang tidak ingin kupendam
Biarlah aku dibumi saja
Yogya, Oktober 2000
Dengan kejujuran yang tidak ingin kupendam
Biarlah aku dibumi saja
Yogya, Oktober 2000
Subscribe to:
Posts (Atom)