10 March, 2008

Katulampa 1

Melihat ketulusan yang memancar
dari geliat air
Di sana kau cipta keluhuran
Menempuh sekian ratus purnama
Dengan penat yang hanya dihargai
Secuil rupiah

Belajar dari kearifan yang memantul
Dari bunyi sirine
Disana kau semai kasih sayang
Meraih sekian dering telepon
Dengan hati yang telah kau sucikan
Kesahajaan

Bogor, 8-2-2008

25 July, 2007

Pada Waktu

Gerimis menggenangi siang yang sudah berkabut
Tak ada gairah yang dicerminkan langit
Kecuali kesedihan menyusul berlalunya
Separuh jiwa yang tersiksa
Ntah dimana angin membawanya berteduh?
Mengapa ia tinggalkan separuh lagi dari lukanya?

Pada garis waktu janji ditambatkan
Hendak menyusuri sepanjang kasih
Dan mengubur luka yang telah berabad

Cangkringan, 12 Pebruari 2002

Pertemuan Kedua

Bagi saudara hati, Lala
Aku tahu engkau tak pernah hilang
Meskipun keluh kesah alam
Menghalangi kerinduan kita
Barangkali pertemuan kedua ini
Melahirkan catatan resah masing-masing
Yang tidak hanya ditulis dikedalaman laut
Melainkan diukir pada langkah
Bumi, langit dan matahari

Sumenep,Juli 2000

Kabar Kepada Ibu

Aku ingin katakan sesuatu
Dengan kejujuran yang tidak ingin kupendam
Biarlah aku dibumi saja


Yogya, Oktober 2000